Pacaran Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Serviks?

Tags

Dahulu kala, orang yang terkena penyakit kelamin dan reproduksi seperti kanker serviks sering diasumsikan karena hubungan seks bebas. Saat ini kasus kanker serviks semakin meningkat tajam. Apakah pacaran merupakan salah satu penyebabnya?

Kasus kanker serviks di Indonesia semakin meningkat. Menurut paparan Dr. Cindy Rani Wirasti, SpOG, sebanyak 58 kasus baru terkait kanker serviks ditemukan setiap harinya. Tak hanya itu, 26 wanita meninggal setiap hari akibat penyakit ini. Padahal, banyak pasien menjalani hubungan resmi melalui pernikahan dan tidak pernah melakukan seks bebas. Lalu, bagaimana ini bisa terjadi?



Dalam acara lokakarya dan kampanye bersama Yayasan Kanker Indonesia dan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS), Dr. Cindy menjelaskan kini penyebaran virus HPV semakin mudah dan siapa pun rentan untuk terkena.

"Banyak pasien yang merasa heran mengapa terkena kanker serviks, padahal mereka hanya melakukan seks dengan suaminya," ucap Dr. Cindy pada Kamis (7/9/2017).

Mengenai hal tersebut, dia menjelaskan bahwa istri yang hanya melakukan hubungan seksual dengan suaminya pun bisa terinfeksi virus HPV. Alasannya, perlu ditelusuri apakah sang suami dulunya pernah berpacaran dengan wanita yang terinfeksi virus HPV. Tak hanya itu, jika mantan pacar suami Anda juga pernah berpacaran dengan seseorang yang terinfeksi HPV sebelum berpacaran dengan suami Anda, risiko terkena virus HPV semakin tinggi. Inilah salah satu bahaya dari pacaran yang tidak sehat.

Untuk itu, Dr. Cindy menekankan pentingnya melakukan deteksi dini kanker serviks serta pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV dan pap smear.

Saksikan video menarik berikut:



Virus HPV mudah menyebar di toilet umum

Lebih lanjut Dr. Cindy menjelaskan, bahaya penyebaran virus HPV semakin meningkat. Penyebaran dapat terjadi salah satunya di toilet umum.

"Saat seseorang pergi ke toilet umum, orang tersebut sudah rentan terkena virus HPV, terutama jika dia menggunakan gayung dan air dari ember," ucap Dr. Cindy.

Seringkali, ember dan gayung terciprat oleh air dan menjadi wadah penyebaran virus HPV. Tak hanya itu, penggunaan toilet duduk pun kerap kali menjadi tempat penyebaran virus ini.

Untuk mengatasinya, hindari penggunaan gayung dan tidak menggunakan air dari ember dalam membasuh. Upayakan selalu gunakan air dengan selang atau keran.

Sumber : Liputan6

Artikel Terkait

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon